Rony Yuwono Pimpin PWI Kabupaten Semarang, Wartawan Diminta Tetap Kritis dan Berintegritas

Galang Syarifudin
Galang Syarifudin
14 Okt 2026 14:08
4 menit membaca

KAB.SEMARANG,MOJOKNEWS.COM – Menjadi wartawan bukan cuma soal menulis berita, mengejar narasumber, atau cepat-cepatan mengunggah informasi. Ada tanggung jawab besar di balik setiap berita yang sampai ke tangan pembaca. Soal itulah yang menjadi salah satu pesan penting dalam pelantikan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Semarang periode 2026–2029.

Rony Yuwono kini resmi memimpin PWI Kabupaten Semarang untuk tiga tahun ke depan. Pelantikan berlangsung di Pendopo Bupati Semarang, Ungaran, Rabu (14/10/2026).

Kepengurusan baru ini diharapkan tidak sekadar menjadi pergantian pengurus, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat organisasi dan menjaga kualitas kerja jurnalistik di tengah perubahan dunia media yang semakin cepat.

Dalam sambutannya, Rony menegaskan bahwa jabatan ketua bukan sekadar posisi yang membanggakan. Ada amanah yang harus dijalankan, terutama dalam menjaga kehormatan profesi wartawan.

“Amanah ini bukan sekadar kehormatan, melainkan tanggung jawab untuk menjaga marwah profesi wartawan, memperkuat organisasi, dan menghadirkan pers yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Rony.

Menurut Rony, pers yang baik tidak cukup hanya cepat menyampaikan informasi. Berita juga harus akurat, terverifikasi, independen, dan berimbang.

Karena itu, Kode Etik Jurnalistik harus tetap menjadi pegangan. Di tengah derasnya arus informasi digital, wartawan tidak boleh sekadar mengejar kecepatan hingga melupakan kebenaran.

“Kepercayaan publik adalah modal utama pers yang tidak boleh kita abaikan. Karena itu, profesionalisme dan integritas harus menjadi prinsip yang melekat dalam setiap kerja jurnalistik,” tegasnya.

Boleh Adaptif, Jangan Kehilangan Prinsip

Perkembangan teknologi memang mengubah cara wartawan bekerja. Informasi bisa menyebar dalam hitungan detik, sementara media dituntut terus menyesuaikan diri dengan kebiasaan pembaca.

Namun, bagi Rony, beradaptasi dengan teknologi bukan berarti mengorbankan prinsip jurnalistik.

“Kita boleh berubah dalam cara bekerja, tetapi tidak boleh kehilangan prinsip dan nilai-nilai jurnalistik,” kata Rony.

Pesan tersebut sejalan dengan tema kepengurusan PWI Kabupaten Semarang periode 2026–2029, yakni “Merawat Ekosistem Pers Profesional, Adaptif dan Berintegritas, Perkuat Solidaritas PWI Kabupaten Semarang Berdikari”.

Tema itu menjadi pengingat bahwa organisasi wartawan perlu terus berkembang tanpa meninggalkan integritas dan solidaritas antaranggota.

Tetap Kritis, tetapi Jangan Asal Mengkritik

Pesan senada disampaikan Ketua PWI Jawa Tengah, Setiawan Hendra Kelana. Ia mengingatkan pengurus dan anggota PWI Kabupaten Semarang agar tetap berpegang pada sumpah wartawan, Undang-Undang Pers, dan Kode Etik Jurnalistik.

Wartawan, menurutnya, tetap harus menjalankan fungsi kontrol sosial. Namun, sikap kritis juga perlu dibarengi pemahaman terhadap persoalan dan kemampuan menawarkan solusi.

“Teman-teman di Kabupaten Semarang tetap bermitra strategis dengan siapapun yang memiliki visi yang sama. Tetap kritis, tetapi konstruktif, jangan asal kritis tetapi ikut memberikan solusi,” ujarnya.

Artinya, menjalankan fungsi kontrol bukan berarti harus selalu berseberangan dengan pemerintah atau pihak lain. Pers tetap bisa menjadi mitra strategis tanpa kehilangan sikap independennya.

Ketika ada kebijakan yang perlu dikritisi, wartawan harus berani menyuarakannya. Sebaliknya, ketika ada persoalan yang membutuhkan jalan keluar, pemberitaan juga bisa membantu masyarakat memahami masalah secara lebih utuh.

Pada akhirnya, kritik dan kemitraan bukan dua hal yang harus dipertentangkan. Keduanya bisa berjalan beriringan selama pers tetap menjaga independensi dan berpihak pada kepentingan publik.

Bupati Berharap PWI Terus Bersinergi

Bupati Semarang, H. Ngesti Nugraha, yang hadir dalam pelantikan tersebut turut menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus PWI Kabupaten Semarang yang baru.

Ia berharap PWI terus bersinergi dengan pemerintah daerah, terutama dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat.

Menurut Ngesti, pers memiliki posisi strategis sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Melalui pemberitaan, masyarakat bisa mengetahui berbagai program dan perkembangan pembangunan di daerahnya.

Meski demikian, penyampaian informasi tetap harus dilakukan secara akurat dan berimbang. Independensi wartawan juga menjadi hal penting yang perlu dijaga.

Dengan kepengurusan baru periode 2026–2029, PWI Kabupaten Semarang diharapkan semakin solid dan mampu menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas, edukatif, serta bermanfaat bagi masyarakat.

Sebab, organisasi wartawan yang kuat bukan hanya terlihat dari kekompakan pengurusnya. Lebih dari itu, kekuatan organisasi juga tercermin dari kualitas berita, keberanian menjaga independensi, dan kepercayaan masyarakat terhadap pers.(*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
⚠️ Lisensi Aktual Theme tidak aktif.