KAB.SEMARANG, Mojoknews.com – Melanjutkan pembangunan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat menjadi perhatian Jarot Wiyono menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Kebowan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang. Setelah delapan tahun menjabat, Jarot menyatakan ingin kembali mengabdi pada periode kedua dengan melanjutkan sejumlah program, mulai dari penyediaan air bersih hingga pengembangan sarana pendukung ekonomi warga.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatiannya adalah ketersediaan air bersih, terutama ketika musim kemarau. Jarot mengatakan, tujuh dusun di Desa Kebowan saat ini telah memiliki sumber air yang dapat disalurkan ke rumah-rumah warga. Meski demikian, penurunan debit air saat kemarau masih menjadi tantangan yang perlu diantisipasi.
“Alhamdulillah, tujuh dusun sudah mempunyai sumber yang bisa didistribusikan ke rumah-rumah,” kata Jarot.
Ia menjelaskan, kondisi sumber air dapat berubah mengikuti cuaca. Ketika kemarau panjang, debit air di sejumlah titik berpotensi menurun sehingga diperlukan langkah lanjutan untuk menjaga ketersediaan pasokan bagi masyarakat.
Jika masih terdapat dusun yang mengalami kekurangan air, Jarot berencana mengupayakan pencarian sumber air tambahan. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga, khususnya saat musim kemarau berlangsung lebih lama.
“Kalau memang nanti di satu dusun atau beberapa dusun masih kekurangan, kami akan berupaya mencari sumber lagi. Di saat kemarau panjang, harapannya masyarakat tidak kekurangan air,” ujarnya.
Pengelolaan Pemerintahan Jadi Perhatian
Selain persoalan air bersih, Jarot menyoroti tata kelola pemerintahan dan pengelolaan anggaran desa selama dirinya menjabat. Ia menyampaikan bahwa pemerintah desa berupaya menjalankan pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat serta menjaga agar penyelenggaraan pemerintahan berjalan dengan baik.
Jarot juga menyebut Desa Kebowan telah menyandang predikat desa antikorupsi. Ia berharap capaian tersebut dapat dipertahankan sekaligus menjadi dasar untuk meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan desa ke depan.
“Perjuangan saya dan teman-teman ini menjadi baik dan Desa Kebowan menjadi desa antikorupsi. Ke depan, akan kami pertahankan dan akan kami buat lebih baik,” katanya.
Menurut Jarot, tata kelola pemerintahan yang baik perlu berjalan beriringan dengan pembangunan. Dengan begitu, program yang dilaksanakan pemerintah desa diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sarana Desa Diharapkan Menggerakkan Ekonomi Warga
Perhatian lainnya adalah pengembangan sarana dan prasarana yang dapat menunjang aktivitas ekonomi masyarakat. Jarot menilai fasilitas desa tidak hanya berfungsi sebagai tempat untuk kegiatan sosial, tetapi juga berpotensi menjadi ruang bagi warga untuk mengembangkan usaha.
Ia mencontohkan lapangan dan gedung yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan masyarakat. Aktivitas tersebut diharapkan membuka kesempatan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk berjualan serta memperluas jangkauan usahanya.
Melalui pembangunan fasilitas yang memadai, Jarot berharap kegiatan ekonomi masyarakat dapat tumbuh dan memberikan dampak terhadap kesejahteraan warga.
“Kami mencoba memperbaiki dan membuat sarana dan prasarana yang menunjang meningkatnya ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan desa perlu memperhatikan kebutuhan masyarakat secara menyeluruh. Karena itu, pengembangan infrastruktur diharapkan tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi juga memberikan manfaat bagi kegiatan sosial dan ekonomi warga.
Ingin Melanjutkan Program pada Periode Kedua
Menjelang Pilkades Kebowan, Jarot menyatakan kesiapannya untuk kembali mencalonkan diri sebagai kepala desa. Ia beralasan, sejumlah program yang telah berjalan masih membutuhkan kelanjutan dan perbaikan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.
Penyediaan air bersih menjadi salah satu perhatian yang ingin diperkuat, terutama untuk mengantisipasi potensi kekurangan pasokan saat musim kemarau. Di sisi lain, pembangunan sarana pendukung ekonomi juga diharapkan terus memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan aktivitas produktif.
“Insya Allah, untuk ke depan saya akan kembali mengabdi di Desa Kebowan di periode kedua. Sudah ada bukti yang sudah kami lakukan dan ini kami tinggal meneruskan untuk perbaikan-perbaikan,” kata Jarot.
Keinginan melanjutkan kepemimpinan tersebut menjadi bagian dari rencananya untuk meneruskan program yang telah berjalan sekaligus memperbaiki hal-hal yang masih memerlukan perhatian. Dengan keberlanjutan pembangunan, ia berharap kebutuhan masyarakat dapat terakomodasi dengan lebih baik.
Bagi Jarot, penyediaan air bersih dan pengembangan sarana ekonomi merupakan dua hal yang perlu terus diperhatikan dalam pembangunan Desa Kebowan. Ia berharap berbagai upaya tersebut dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan sekaligus kesejahteraan masyarakat pada masa mendatang.
Tidak ada komentar