Ajak Ibu-ibu PKK Cerdas Berpolitik, Ida Nurul Farida Tekankan Pentingnya Integritas Perempuan

Imam Prabowo
Imam Prabowo
22 Okt 2026 09:30
4 menit membaca

SALATIGA, MojokNews.com – Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, Hj. Ida Nurul Farida, M.Pd., mengajak kaum perempuan, khususnya para pengurus dan anggota Tim Penggerak PKK, untuk meningkatkan pemahaman politik, menjaga integritas, serta berperan aktif dalam pembangunan masyarakat. Pesan tersebut disampaikan saat dirinya menjadi narasumber utama dalam kegiatan Sosialisasi Pendidikan Politik Bagi Perempuan yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Salatiga di Bale Uti Cebongan, Salatiga, Kamis (22/10/2026).

Kegiatan tersebut diikuti puluhan peserta yang terdiri dari pengurus dan anggota Tim Penggerak PKK se-Kota Salatiga. Turut hadir Ketua TP PKK Kota Salatiga Hj. Retno Robby, istri Wali Kota Salatiga, Kepala Bakesbangpol Kota Salatiga Sri Sarwanti, S.H., M.Si., serta Kepala Bidang Politik Dalam Negeri (Poldagri) Bakesbangpol Kota Salatiga Sri Rachmini Boganiwati, S.E., M.Acc. Kehadiran para peserta dan pemangku kepentingan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman perempuan mengenai peran dan partisipasi dalam kehidupan politik.

Dalam paparannya yang bertajuk “Perempuan Cerdas Berpolitik, Harmoni dalam Peran, Berintegritas dalam Kepemimpinan”, Ida Nurul Farida menjelaskan bahwa perempuan memiliki porsi penting dalam pembangunan bangsa. Mengutip data kependudukan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pertengahan 2026, jumlah perempuan di Indonesia mencapai lebih dari 143,7 juta jiwa atau hampir separuh dari total populasi. Besarnya jumlah tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa perempuan mempunyai potensi strategis untuk ikut menentukan arah pembangunan dan mendorong kesejahteraan masyarakat.

“Jumlah yang besar ini menunjukkan bahwa perempuan bukan sekadar objek kebijakan, melainkan subjek utama yang berhak ikut menentukan arah pembangunan. Pendidikan politik menjadi modal penting agar perempuan memahami hak, kewajiban, serta cara menyuarakan aspirasi demi kesejahteraan keluarga dan masyarakat,” tegas Ida Nurul Farida di hadapan para kader PKK.

Lebih lanjut, legislator Jawa Tengah dari Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah tersebut menguraikan bahwa partisipasi politik perempuan tidak selalu harus diwujudkan melalui jabatan politik formal. Keterlibatan perempuan dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan juga merupakan bentuk nyata kepemimpinan publik. Peran sebagai penggerak Posyandu, pelaksana kegiatan PKK, hingga keikutsertaan dalam musyawarah perencanaan pembangunan daerah (Musrenbang) menjadi contoh kontribusi perempuan dalam menyampaikan kebutuhan masyarakat dan mendukung kebijakan pembangunan yang lebih responsif.

Ida juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara peran domestik dalam keluarga dan peran publik di tengah masyarakat. Menurutnya, tanggung jawab keluarga dan pengabdian sosial tidak seharusnya dipandang sebagai dua hal yang saling bertentangan. Perempuan dapat menjalankan keduanya melalui pengelolaan waktu yang baik, komunikasi yang terbuka, penentuan prioritas, serta dukungan dari orang-orang terdekat.

“Keluarga adalah fondasi kepemimpinan utama. Keseimbangan bukan berarti harus memilih antara keluarga dan pengabdian, melainkan menyelaraskan keduanya dengan komunikasi yang baik, kejelasan prioritas, serta dukungan penuh dari pasangan dan keluarga,” jelasnya.

Memasuki era digitalisasi dan dinamika sosial politik yang terus berkembang, Ida turut mengingatkan pentingnya literasi digital bagi perempuan, terutama para ibu yang memiliki peran besar dalam lingkungan keluarga. Perempuan diharapkan mampu menggunakan media sosial secara bijak, memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya, serta menghindari penyebaran berita bohong atau hoaks dan ujaran kebencian. Kemampuan tersebut dinilai penting untuk menjaga suasana kehidupan bermasyarakat yang sehat sekaligus membantu anak-anak memahami penggunaan teknologi digital secara bertanggung jawab.

Selain literasi digital, Ida menekankan pentingnya integritas dalam kehidupan politik. Sikap santun, penolakan terhadap politik uang, dan komitmen menjaga persatuan menjadi nilai yang perlu ditanamkan dalam setiap bentuk partisipasi politik. Menurut pesan yang disampaikannya kepada para peserta, pendidikan politik bukan hanya berkaitan dengan pemahaman terhadap hak dan kewajiban sebagai warga negara, tetapi juga menyangkut pembentukan sikap kritis, bertanggung jawab, serta tidak mudah terpengaruh informasi menyesatkan maupun praktik yang dapat merusak kualitas demokrasi.

Di akhir sesi, Ida mengajak seluruh anggota PKK Kota Salatiga untuk membawa pulang dan menerapkan tiga komitmen utama, yakni menjadi perempuan yang Cerdas, Berintegritas, dan Berdaya. Cerdas berarti memahami hak dan kebijakan; Berintegritas berarti bersikap santun, menolak politik uang, dan menjaga persatuan; sedangkan Berdaya berarti berani menyampaikan aspirasi serta mengawal pembangunan. Ketiga komitmen tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga, kegiatan organisasi, maupun partisipasi perempuan di lingkungan masyarakat.

Melalui kegiatan sosialisasi pendidikan politik ini, para pengurus dan anggota TP PKK diharapkan semakin memahami bahwa perempuan memiliki ruang dan kesempatan untuk berkontribusi dalam proses pembangunan, baik melalui lingkungan keluarga maupun kegiatan publik. Pemahaman politik yang baik, kemampuan memilah informasi, serta keberanian menyampaikan aspirasi dapat menjadi bekal bagi perempuan untuk ikut mendorong kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Menutup paparannya, Ida Nurul Farida kembali menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan memiliki keterkaitan erat dengan ketahanan keluarga dan kesejahteraan masyarakat. Ia berharap para kader PKK dapat meneruskan nilai-nilai pendidikan politik yang diperoleh kepada keluarga dan lingkungan masing-masing, sehingga tumbuh partisipasi perempuan yang bertanggung jawab, menjunjung integritas, dan berorientasi pada kepentingan bersama. “Perempuan berdaya akan membawa ketahanan pada keluarga, dan keluarga yang kuat akan melahirkan masyarakat serta negara yang sejahtera,” pungkasnya. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
⚠️ Lisensi Aktual Theme tidak aktif.