Boyolali Utara Lagi Kering, Ansor Datang Bawa Air Bukan Sekadar Spanduk

Muhammad Syaiful Huda SH
Muhammad Syaiful Huda SH
12 Sep 2026 06:29
3 menit membaca

MOJOKNEWS.COM— Musim kemarau biasanya identik dengan panas, debu, dan pertanyaan klasik: “Air masih ada, nggak?”

Bagi sebagian warga Boyolali Utara, pertanyaan itu bukan lagi bahan obrolan. Air bersih memang sedang sulit didapat.

Melihat kondisi tersebut, Pimpinan Cabang (PC) Ansor Boyolali bersama Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan koordinator daerah utara turun tangan. Bukan dengan sekadar mengunggah foto kepedulian di media sosial, tetapi dengan membawa air bersih langsung ke warga.

Lebih dari 15 ribu liter air bersih didistribusikan secara bertahap ke sejumlah desa yang terdampak kekeringan.

Distribusi dilakukan sejak beberapa hari lalu hingga Jumat (11/9/2026).

Ketika Kemarau Datang, Air Jadi Barang Mewah

Ketua PC Ansor Boyolali, Eko Sumadi, mengatakan bantuan sebelumnya telah disalurkan ke tiga kecamatan yang terdampak kekeringan, yakni Juwangi, Wonosamodro, dan Wonosegoro.

Di Kecamatan Juwangi, air didistribusikan ke Desa Sambeng, Ngaren, dan Kalimati.

Sementara di Kecamatan Wonosamodro, distribusi menyasar Desa Bercak, Garangan, Bengle, Gunungsari, dan Ngablak.

Adapun di Kecamatan Wonosegoro, bantuan air diberikan kepada warga Desa Guwo, Kliyo, dan Bogor. Kalau biasanya orang menghitung air dengan gelas atau ember, Ansor kali ini menghitungnya dengan trip dan ribuan liter.

Sebab kalau kemarau sudah begini, satu tangki air bisa berarti jauh lebih banyak daripada sekadar angka di laporan kegiatan.

Empat Trip, 51 Titik, Tujuh Armada

Distribusi berlanjut pada Jumat (11/9/2026). Ada empat kali trip pengiriman air bersih.

Trip pertama menuju Kecamatan Juwangi dengan tujuh titik distribusi. Trip kedua menuju Wonosamodro dengan tujuh titik. Trip ketiga kembali menyasar Wonosegoro dengan tujuh titik.

Sementara trip keempat menuju Kecamatan Kemusu dengan enam titik.

Total armada yang diterjunkan mencapai tujuh unit.

Enam armada memiliki kapasitas 12 ribu liter, sedangkan satu armada berkapasitas 3 ribu liter.

Artinya, yang dibawa bukan sekadar niat baik.

Niat baiknya pakai tangki.

Eko berharap bantuan tersebut dapat meringankan kebutuhan warga yang sedang mengalami kesulitan air bersih. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para sahabat yang ikut meluangkan waktu dan tenaga untuk membantu masyarakat.

11 Kecamatan Boyolali Terdampak Kekeringan Parah

Kondisi kekeringan di Boyolali ternyata tidak terjadi di satu-dua desa saja.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Boyolali, Ery Purwo Nugroho, menyebut ada 11 kecamatan dari total 22 kecamatan di Boyolali yang mengalami dampak kekeringan paling parah pada musim kemarau tahun ini.

Karena itu, bantuan air bersih dari berbagai pihak menjadi penting.

Menurut Ery, distribusi air dari organisasi masyarakat, komunitas, maupun pihak lain di luar BPBD ikut membantu memenuhi kebutuhan warga terdampak.

Sebab ketika sumur mulai kering dan sumber air semakin jauh, persoalannya bukan lagi soal siapa yang datang membawa bantuan.

Yang penting adalah ada yang datang membawa air.

Dan di Boyolali Utara, Ansor memilih datang dengan tangki.

Bukan cuma dengan kata-kata.

Karena saat warga sedang kehausan, solidaritas paling masuk akal memang yang bisa diminum.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
⚠️ Lisensi Aktual Theme tidak aktif.