Wartawan Mau Ambil Gambar Siswa Sakit Malah Diminta Surat Tugas, MTsN 1 Rembang Akhirnya Bilang Maaf

Ulil Aydi
Ulil Aydi
10 Sep 2026 15:25
Terbaru 0 56
3 menit membaca

MOJOKNEWS.COM – Kadang yang bikin ramai bukan masalah besarnya, tapi cara menghadapi masalah kecil. Begitulah yang terjadi di MTsN 1 Rembang. Setelah sempat muncul persoalan antara pihak madrasah dan wartawan saat peliputan siswa sakit, akhirnya kedua belah pihak memilih jalan damai.

Guru MTsN 1 Rembang, Purwantini, menyampaikan permintaan maaf kepada wartawan RTV, Minan, dan wartawan Disway, Ezra, terkait sikapnya yang sempat melarang pengambilan gambar dan video ketika seorang siswa hendak dibawa ke Puskesmas Lasem, Rabu (9/9/2026).

Permintaan maaf itu disampaikan di Lasem, Kamis (10/9/2026). Turut hadir sejumlah pejabat madrasah, mulai dari Wakil Kepala Sarana Prasarana Chris Sutopo, Waka Humas Izzatin Nuril Latifah, Waka Kesiswaan Widowati, Waka Kurikulum Maria Ulfah, serta perwakilan Kemenag Rembang.

Masalahnya sebenarnya sederhana. Ada siswa sakit, wartawan datang untuk mencari informasi, kamera pun disiapkan. Namun, langkah itu sempat terhenti karena wartawan diminta menunjukkan surat tugas.

Padahal, dalam dunia jurnalistik, mencari informasi bukan perkara datang membawa kamera lalu pulang membawa gambar. Ada proses konfirmasi, ada keberimbangan, dan ada tanggung jawab agar publik tidak hanya mendapat kabar setengah matang.

Purwantini kemudian mengakui sikap tersebut muncul karena kurang memahami bagaimana berkomunikasi dengan wartawan.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Bu Purwantini atau Bu Nini mohon maaf atas sikap kami yang kemarin. Bukan maksud saya untuk menghalang-halangi teman-teman media untuk mencari informasi,” ujar Purwantini.

“Karena sikap kami yang kemarin itu, jadi mohon maaf sebesar-besarnya. Itu murni perbuatan saya dan saya sekali lagi mohon maaf kepada teman-teman media,” katanya.

Pihak madrasah memastikan persoalan tersebut telah selesai. Tidak ada lagi ganjalan antara sekolah dan wartawan yang bertugas mencari informasi terkait kondisi siswa.

Sebelumnya, Purwantini memang berada di lokasi saat seorang siswa mengalami sakit dan hendak dibawa ke puskesmas. Ia ikut membantu memapah siswa tersebut menuju kendaraan.

Di tengah situasi itu, wartawan RTV dan Disway hendak mengambil gambar serta video. Namun, dokumentasi tersebut sempat tidak diperbolehkan karena alasan tidak memiliki surat tugas.

Setelah kejadian tersebut, pihak madrasah akhirnya tetap membuka pintu informasi. Wartawan mendapatkan keterangan dari Chris Sutopo terkait dugaan puluhan siswa mengalami gangguan kesehatan setelah program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Tak hanya wartawan, aparat kepolisian juga datang meminta keterangan. Semua diterima oleh pihak madrasah.

Sementara itu, terkait kondisi siswa, sebanyak 46 siswa telah menjalani pemeriksaan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang. Empat siswa sempat mendapat perawatan di Puskesmas Lasem.

Satu guru, yakni Purwantini, juga sempat mengalami sakit diare, namun kini sudah pulih.

Dari hasil pemeriksaan sementara, siswa mengalami gejala pusing, mual, hingga muntah. Penyebab pasti sakit tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan.

“Hasil screening dan penyebab siswa sakit masih dalam observasi. Kira-kira dua minggu hasil baru akan diberikan,” ujar Izzatin.

Hingga Kamis (10/9/2026), sekitar 1.000 siswa MTsN 1 Rembang tetap mengikuti kegiatan belajar seperti biasa dalam kondisi sehat.

Kasus ini mungkin bukan perkara besar, tetapi menjadi pengingat bahwa hubungan sekolah dan wartawan tidak perlu dibangun dengan kecurigaan. Sebab ketika informasi publik menyangkut kesehatan siswa, yang dibutuhkan bukan saling menutup pintu, melainkan saling membuka komunikasi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
⚠️ Lisensi Aktual Theme tidak aktif.