SIGAP KITA Ala Damkar Salatiga: Bukan Cuma Padamkan Api, Tapi Ajak Warga Ikut Jaga Kota

Ulil Aydi
Ulil Aydi
9 Sep 2026 12:46
2 menit membaca

MOJOKNEWS.COM – Urusan kebakaran tidak melulu soal sirene meraung dan mobil pemadam melaju kencang mengejar kobaran api. Sebelum api membesar, ada satu hal yang jauh lebih penting: mencegahnya sejak awal.

Hal itulah yang sedang didorong oleh Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kota Salatiga melalui inovasi SIGAP KITA (Sistem Mitigasi Pencegahan Kebakaran Terintegrasi).

Kabid Damkar Satpol PP Kota Salatiga, Ponco Margono Hasan, mengatakan pola penanganan kebakaran saat ini tidak bisa hanya mengandalkan petugas pemadam. Masyarakat harus ikut menjadi bagian dari sistem pencegahan.

“Penanganan kebakaran bukan hanya ketika api sudah muncul. Yang paling penting bagaimana masyarakat memiliki kesadaran untuk mencegah dan mengetahui langkah awal ketika terjadi kondisi darurat,” ujar Ponco.

Menurut dia, Kota Salatiga memiliki sejumlah wilayah yang cukup berpotensi mengalami kebakaran. Mulai dari kawasan permukiman padat, pusat ekonomi, kawasan pendidikan, industri, hingga area terbuka.

Lewat SIGAP KITA, Damkar mencoba membangun sistem yang lebih terintegrasi. Program ini menggabungkan kolaborasi berbagai pihak dan pemanfaatan digitalisasi untuk memperkuat partisipasi masyarakat, pemberdayaan warga, serta mempercepat respons pencegahan dan penanganan kebakaran.

Ponco menyebut, tantangan dalam penanganan kebakaran masih cukup banyak. Mulai dari keterlibatan masyarakat yang perlu diperkuat, sinergi lintas sektor yang belum maksimal, keterbatasan sumber daya manusia, sarana prasarana, hingga dukungan anggaran.

“Kalau masyarakat sudah siap, informasi bisa lebih cepat diterima dan tindakan awal bisa dilakukan sebelum api semakin besar,” katanya.

Ia menjelaskan, tujuan utama program ini adalah membangun ketahanan Kota Salatiga terhadap ancaman kebakaran, terutama di kawasan padat penduduk, pusat ekonomi, dan kawasan industri. Selain itu, SIGAP KITA juga diarahkan untuk memangkas waktu tanggap darurat serta menekan kerugian akibat kebakaran.

Bagi Damkar Salatiga, memadamkan api memang tugas utama. Namun membuat api tidak sempat membesar adalah pekerjaan bersama.

“Keselamatan dari ancaman kebakaran bukan hanya tugas petugas Damkar. Semua elemen masyarakat punya peran untuk menciptakan Kota Salatiga yang lebih aman,” pungkas Ponco.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
⚠️ Lisensi Aktual Theme tidak aktif.