Dari Balik Jeruji ke Tengah Sawah, 6 Warga Binaan Lapas Purwodadi Ikut Tanam Padi

Ulil Aydi
Ulil Aydi
11 Sep 2026 05:44
2 menit membaca

MOJOKNEWS.COM – Biasanya kalau mendengar kata warga binaan, yang terbayang adalah tembok tinggi, jeruji besi, dan kehidupan yang serba dibatasi. Tapi enam warga binaan Lapas Kelas IIB Purwodadi justru Jumat (11/9/2026) pagi sibuk turun ke sawah.

Bukan sedang kabur. Mereka memang sengaja diajak ke Desa Jatilor, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, untuk ikut menanam padi dalam kegiatan tanam padi serentak Dinas Pertanian se-Jawa Tengah.

Enam warga binaan tersebut ikut praktik menanam padi menggunakan metode PM-AAS dengan alat Drum Seeder. Lima petugas Lapas Purwodadi ikut mendampingi.

Jadi, kalau selama ini ada anggapan bahwa pembinaan di lapas cuma perkara menjalani hukuman sampai waktunya pulang, kegiatan ini setidaknya menunjukkan bahwa urusannya tidak sesederhana itu.

Ada padi yang harus ditanam, ada keterampilan yang harus dipelajari, dan ada kehidupan setelah masa pidana yang juga perlu dipersiapkan.

Kepala Lapas Kelas IIB Purwodadi Erik Murdiyanto mengatakan, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi warga binaan untuk mendapatkan pengalaman sekaligus keterampilan yang bisa digunakan setelah kembali ke masyarakat.

“Kami mengapresiasi Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan yang telah menerima dan melibatkan Lapas Purwodadi dalam kegiatan tanam padi serentak ini,” kata Erik.

Menurut dia, kegiatan pertanian bukan hanya soal membantu program ketahanan pangan. Lebih dari itu, warga binaan mendapatkan pengalaman nyata yang diharapkan bisa menjadi bekal ketika mereka kembali ke masyarakat.

“Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini memberikan pengalaman nyata kepada warga binaan agar memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan tersebut dihadiri Erik, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan Wakid Mutowal, jajaran penyuluh pertanian, Kasi Binadik, Kasi Kamtib, serta petugas Lapas Purwodadi.

Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan juga menyambut baik keterlibatan Lapas Purwodadi dalam kegiatan tersebut.

Pada akhirnya, menanam padi mungkin terlihat sederhana. Tinggal menancapkan bibit, mengatur jarak, lalu menunggu waktu panen.

Namun bagi warga binaan, kegiatan itu bisa punya arti yang lebih panjang: belajar sesuatu yang kelak bisa dikerjakan ketika sudah kembali ke masyarakat.

Sebab, hukuman memang punya batas waktu. Setelah itu, hidup harus berjalan lagi.

Dan semoga, ketika waktunya tiba, mereka pulang bukan hanya membawa surat bebas, tetapi juga membawa keterampilan untuk mencari penghidupan tanpa harus kembali berurusan dengan hukum.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
⚠️ Lisensi Aktual Theme tidak aktif.