Kejati Jateng Gelar Sholawat, Puluhan Ribu Jemaah Datang: Dari Doa sampai Rajut Kepercayaan

Yudha Wardhana
Yudha Wardhana
5 Okt 2026 11:37
3 menit membaca

Sukoharjo, Mojoknews.com – Kalau biasanya lapangan penuh orang karena konser, pertandingan bola, atau kampanye, kali ini ceritanya agak berbeda. Lapangan Desa Gentan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Minggu (4/10), dipenuhi puluhan ribu jemaah yang datang untuk bersholawat dan berdoa bersama.

Lantunan sholawat mengalun. Suasana yang semula hanya lapangan biasa mendadak berubah menjadi ruang besar untuk berdoa. Temanya pun cukup sederhana, tetapi punya pekerjaan rumah yang tidak sederhana: “Raih Keberkahan, Rajut Kepercayaan.”

Kegiatan tersebut digelar Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah. Selain menjadi kegiatan keagamaan, sholawat ini juga menjadi ungkapan syukur setelah rangkaian kegiatan besar di Jawa Tengah.

Ya, urusan menjaga hubungan dengan masyarakat ternyata tidak selalu harus dilakukan lewat rapat, sambutan, atau forum yang kursinya disusun rapi. Kadang ya cukup duduk bareng, bersholawat, lalu berdoa bersama.

Kepala Kejati Jawa Tengah sekaligus Ketua DPD Aslinmas Provinsi Jawa Tengah, Teguh Subroto, SH, MH, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk rasa syukur sekaligus ikhtiar batin untuk memohon keberkahan bagi Jawa Tengah.

“Dengan sholawat ini, semoga keluarga Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah diberikan kesehatan oleh Allah SWT.

Teman-teman di Jawa Tengah juga sesuai dengan harapan kita dan masyarakat di Jawa Tengah,” ujar Teguh.

Doanya tentu tidak berhenti di lingkungan Kejaksaan. Teguh juga berharap Indonesia tetap menjadi negara yang aman, damai, dan makmur. Sementara masyarakat Jawa Tengah diharapkan semakin sejahtera.

Sebab, kalau negara aman, masyarakat tenteram, dan kehidupan semakin sejahtera, rasanya tidak ada yang perlu diributkan.

Setelah Apel Akbar, Lanjut Sholawatan

Kegiatan sholawat tersebut juga menjadi ungkapan syukur setelah Apel Akbar Satlinmas se-Jawa Tengah yang digelar di Stadion Pandanaran, Wujil, Kabupaten Semarang, Rabu (30/9).

Apel itu menjadi momentum untuk memperkuat keberadaan dan peran Satlinmas di tengah masyarakat.

Namun, namanya juga membangun kebersamaan. Setelah apel, tentu tidak cukup hanya bubar dan pulang. Kebersamaan kemudian dilanjutkan dengan kegiatan keagamaan sekaligus silaturahmi.

Bagi Aslinmas Jawa Tengah, organisasi bukan sekadar tempat berkumpul atau konsolidasi. Ada pekerjaan yang lebih panjang, yakni bagaimana organisasi bisa memberikan manfaat nyata bagi anggota dan masyarakat.

Termasuk mendorong berbagai peluang usaha produktif untuk meningkatkan kemandirian ekonomi anggota.

“Keberadaan organisasi harus memberikan manfaat nyata, tidak hanya dalam hal konsolidasi, tetapi juga melalui program-program yang menyentuh kebutuhan dan kesejahteraan anggota,” kata Teguh.

Di Gentan, gagasan itu terasa lebih sederhana. Puluhan ribu orang datang, duduk bersama, bersholawat, bertemu dengan sesama, kemudian membawa pulang harapan masing-masing.

Kehadiran Habib Ali Zainal Abidin Assegaf semakin membuat suasana malam itu terasa khidmat. Sholawat yang dilantunkan bersama seolah mengingatkan bahwa di tengah kehidupan yang kadang bikin kepala panas, masih ada cara sederhana untuk menenangkan hati.

Yakni berkumpul, bersholawat, dan berdoa.

Pada akhirnya, kalimat “Raih Keberkahan, Rajut Kepercayaan” bukan sekadar tulisan di spanduk.

Keberkahan memang bisa dimulai dari doa. Tetapi kepercayaan tentu membutuhkan pekerjaan yang lebih panjang: kerja nyata, kepedulian, dan kehadiran di tengah masyarakat.

Dari Lapangan Desa Gentan, Sukoharjo, pesan itu kemudian pulang bersama ribuan jemaah.

Semoga Jawa Tengah tetap aman dan damai, masyarakatnya semakin sejahtera, dan setiap ikhtiar yang dilakukan benar-benar membawa manfaat.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
⚠️ Lisensi Aktual Theme tidak aktif.