BOYOLALI | MojokNews.com –Kemarau ekstrem di Boyolali ternyata bukan sekadar soal panas yang bikin keringetan. Di sejumlah wilayah, urusan air bersih bahkan sudah masuk kategori barang yang harus ditunggu kedatangannya.
Kabar baik datang dari warga Desa Garangan RT 02/RW 01, Kecamatan Wonosamodro. Setelah beberapa titik di wilayah tersebut jarang tersentuh bantuan air bersih, Minggu (27/9/2026), bantuan akhirnya datang.
Kali ini, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ansor Kecamatan Nogosari ikut turun tangan dengan mengirimkan bantuan air bersih ke sejumlah desa terdampak kekeringan.
Perwakilan PAC Ansor Nogosari, Tejo Arum Bustanul Atfal, mengatakan bantuan tersebut diberikan setelah pihaknya menerima laporan dari Pimpinan Cabang Ansor Boyolali mengenai kondisi warga yang membutuhkan air bersih.
“Setelah mendapat laporan dari pimpinan cabang Ansor Boyolali, kami tergerak membantu droping air bersih ke desa yang terdampak kekeringan,” katanya.
Menurut Tejo, pihaknya membawa lima armada kendaraan untuk mendistribusikan air bersih ke beberapa lokasi.
Rinciannya, Desa Traban, Wonosamodro mendapat 7.000 liter, Desa Jatilawang RT 02/RW 01, Wonosamodro mendapat 6.000 liter, sedangkan Desa Garangan RT 02/RW 01 mendapat 1.000 liter air bersih.
“Semoga bisa bermanfaat,” ujarnya.
Bagi warga Garangan, bantuan tersebut tentu bukan sekadar angka dalam hitungan liter. Air yang datang berarti ada sedikit napas lega di tengah kemarau yang belum juga selesai.
Salah satu warga, Futihatun Zakiyah, mengatakan warga Desa Garangan RT 02/RW 01 memang sangat membutuhkan bantuan air bersih.
Ia menyebut terdapat tiga titik di lingkungan tersebut yang selama ini jarang mendapatkan bantuan air bersih. Bahkan, sebuah masjid juga ikut terdampak.
“Selama ini pada beli air bersih. Semoga bantuan air bersih ini berkah dan menjadi ladang pahala para donatur air bersih. Kami sangat senang sekali dan semoga besok ada bantuan lagi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Boyolali, Ery Purwo Nugroho, menyebut dampak kekeringan di Boyolali kini sudah meluas.
Berdasarkan data BPBD, kekeringan telah terjadi di 13 kecamatan, yakni Wonosamodro, Wonosegoro, Juwangi, Tamansari, Cepogo, Musuk, Kemusu, Selo, Klego, Ampel, Gladagsari, Andong, dan Karanggede.
Dampaknya juga cukup luas. Sebanyak 44 desa/kelurahan dan 140 dukuh tercatat terdampak kekeringan.
BPBD Boyolali bersama berbagai pihak telah mendistribusikan 1.023 tangki air bersih dengan total mencapai 5.160.000 liter.
Bantuan tersebut menyasar 10.921 kepala keluarga atau sekitar 32.822 jiwa.
Ery mengatakan musim hujan diprediksi mulai datang sekitar Oktober 2026. Namun, tanda-tanda langit mulai berubah ternyata sudah muncul di daerah lain.
“Untuk prediksi hujan itu sekitar bulan Oktober 2026, namun info hari ini di Kabupaten Temanggung malah sudah hujan deras,” ujarnya.
Untuk sementara, warga Garangan boleh menarik napas lega. Setidaknya hari itu, urusan mencari air bersih tidak harus bikin kepala ikut kering.(YUL)
Tapi kalau hujan belum juga datang, tentu bantuan air bersih masih sangat dibutuhkan. Sebab bagi warga yang terdampak kekeringan, satu tangki air bukan cuma bantuan, melainkan kebutuhan sehari-hari yang benar-benar ditunggu.
Tidak ada komentar