KAB. SEMARANG, Mojoknews.com – Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Bener menghadirkan sosok perempuan, Nikmatul Aimah, yang menjadi satu-satunya calon perempuan di antara 4 bakal calon kepala desa bener. Di usianya yang menginjak 60 tahun, Nikmatul membawa sejumlah gagasan untuk mendorong kemajuan Desa Bener, mulai dari pengembangan desa wisata, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga digitalisasi pelayanan pemerintahan desa.
Keputusan Nikmatul untuk maju dalam kontestasi tersebut dilatarbelakangi keprihatinannya terhadap potensi Desa Bener yang dinilai belum dikembangkan secara optimal. Ia berharap berbagai potensi yang dimiliki desa dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Saya sebenarnya, justru karena saya sudah tidak butuh apa-apa, saya ingin berjuang. Saya prihatin, kita punya potensi, tetapi kenapa potensi itu tidak kita kembangkan dan tidak kita gunakan?” ungkap Nikmatul kepada Mojoknews.com.
Menurutnya, perubahan tidak harus dilakukan secara ekstrem. Hal terpenting adalah adanya perbaikan yang nyata dan berkelanjutan agar Desa Bener dapat berkembang sesuai dengan potensi yang dimiliki.
“Dari saya lahir sampai setua ini, rasanya Desa Bener hanya begitu-begitu saja. Itu yang mendorong saya ingin ada perubahan. Kalau perubahan terdengar terlalu ekstrem, setidaknya ada perbaikan,” ujarnya.
Dorong Pengembangan Desa Wisata Berbasis Potensi Wilayah
Salah satu gagasan yang diusung Nikmatul adalah mengembangkan Desa Bener sebagai desa wisata dengan memaksimalkan potensi yang tersebar di sejumlah wilayah. Ia menilai setiap wilayah memiliki karakteristik dan keunggulan yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik tersendiri.
Wilayah Karangbalong, Kadipurwo, Bener yang berbatasan dengan Cebongan, serta Tugu dinilai memiliki potensi yang dapat dikembangkan sesuai dengan kondisi masing-masing.
Menurut Nikmatul, pengembangan desa wisata tidak hanya berorientasi pada sektor pariwisata, tetapi juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.
Ia mencontohkan potensi pasar di wilayah Tugu yang dapat dioptimalkan sebagai pusat kegiatan UMKM. Sementara itu, potensi alam di wilayah Kadipurwo juga dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata.
“Kita punya pasar sendiri, kenapa harus menggunakan pasar orang lain? Itu salah satu potensi yang harus kita maksimalkan,” katanya.
Melalui pengembangan tersebut, ia berharap aktivitas ekonomi masyarakat dapat meningkat dan membuka peluang usaha baru bagi warga Desa Bener.
Siapkan Alternatif Pendanaan melalui Investor
Nikmatul juga menyoroti keterbatasan anggaran desa yang menurutnya menjadi salah satu tantangan dalam merealisasikan berbagai program pembangunan. Karena itu, ia menilai perlu adanya alternatif pendanaan melalui kerja sama dengan pihak lain.
Ia mengaku telah melakukan pendekatan kepada sejumlah calon investor yang berpotensi mendukung pengembangan desa. Namun, realisasi kerja sama tersebut masih perlu ditindaklanjuti sesuai dengan kebutuhan dan perencanaan program.
“Kita sudah punya program yang direncanakan dan melakukan pendekatan kepada beberapa investor. Kita juga sudah menemukan orang-orang yang bersedia melakukan investasi,” jelasnya.
Menurutnya, keterlibatan investor berpotensi menjadi salah satu alternatif untuk mengembangkan potensi desa, terutama ketika anggaran yang tersedia belum mencukupi untuk membiayai seluruh program.
Meski demikian, rencana tersebut tetap membutuhkan perencanaan yang matang agar investasi yang masuk dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung pembangunan desa.
Dorong Digitalisasi Pelayanan Pemerintahan Desa
Selain sektor pariwisata, Nikmatul menaruh perhatian pada peningkatan kualitas pelayanan pemerintahan desa. Ia menilai sistem administrasi dan pelayanan perlu terus diperbaiki dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi.
Menurutnya, digitalisasi dapat membantu meningkatkan efisiensi pelayanan sekaligus mendorong aparatur desa agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kemampuan perangkat desa agar pemanfaatan teknologi dapat berjalan secara optimal.
“Sekarang semua ada dalam satu genggaman. Kenapa ini tidak kita maksimalkan? Teknologi informasi sekarang tidak sulit dan tidak mahal. Itu yang perlu kita kembangkan,” tuturnya.
Bagi Nikmatul, digitalisasi bukan semata-mata penggunaan perangkat teknologi, melainkan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dengan sistem yang lebih baik, ia berharap pelayanan administrasi desa dapat berlangsung lebih efektif, mudah diakses, dan sesuai dengan kebutuhan warga.
UMKM Akan Didata dan Dibina
Gagasan lain yang menjadi perhatian Nikmatul adalah pemberdayaan UMKM. Ia menilai pelaku usaha lokal memiliki potensi untuk berkembang, tetapi masih membutuhkan pendampingan, terutama dalam hal pemasaran dan pemanfaatan media digital.
Menurutnya, langkah awal yang perlu dilakukan adalah mendata UMKM yang ada di Desa Bener. Data tersebut dapat menjadi dasar untuk menentukan bentuk pembinaan dan dukungan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha.
Ia juga ingin mendorong pelaku UMKM agar tidak hanya mengandalkan penjualan secara langsung melalui toko atau warung, tetapi mulai memanfaatkan media sosial dan pemasaran digital untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.
“UMKM perlu mendapatkan arahan, terutama dalam pemasaran. Dengan digitalisasi, saya kira UMKM akan sangat terbantu, termasuk melalui promosi,” ungkapnya.
Nikmatul berharap pengembangan UMKM dapat berjalan beriringan dengan pengembangan desa wisata. Dengan demikian, kegiatan pariwisata nantinya tidak hanya menarik pengunjung, tetapi juga memberikan peluang bagi produk lokal untuk dikenal dan dipasarkan lebih luas.
Bawa Gagasan Perubahan untuk Desa Bener
Berbagai gagasan tersebut menjadi bagian dari visi Nikmatul Aimah dalam mengikuti kontestasi Pilkades Bener. Ia ingin potensi desa yang selama ini dinilai belum dimanfaatkan secara maksimal dapat dikembangkan melalui perencanaan yang lebih terarah.
Pengembangan desa wisata, pemberdayaan UMKM, pencarian alternatif pendanaan, dan digitalisasi pelayanan menjadi beberapa fokus yang ia tawarkan untuk mendorong kemajuan desa.
Sebagai satu-satunya calon perempuan dalam kontestasi tersebut, Nikmatul membawa gagasan yang menitikberatkan pada pemanfaatan potensi lokal dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Gagasan-gagasan itu nantinya akan diuji melalui proses Pilkades dan, apabila mendapat kepercayaan masyarakat, perlu diterjemahkan ke dalam program kerja yang realistis, terukur, serta sesuai dengan kemampuan anggaran desa.
Tidak ada komentar