Bukan Cuma Cari Medali, Salatiga Ingin Warganya Rajin Gerak Sebelum Rajin Mengeluh

Ulil Aydi
Ulil Aydi
11 Sep 2026 09:56
Daerah 0 25
3 menit membaca

MOJOKNEWS.COM – Ada satu hal yang sering terjadi dalam dunia olahraga: semua orang ingin melihat atlet naik podium, tetapi tidak semua orang mau mulai bergerak dari hal paling sederhana, yakni olahraga rutin.

Pemerintah Kota Salatiga mencoba mengingatkan hal itu lewat peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ke-43. Bukan hanya soal pertandingan dan medali, olahraga didorong menjadi kebiasaan sehari-hari masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Senam Bersama yang digelar di halaman Kantor Pemerintah Kota Salatiga, Jumat (11/9/2026). Kegiatan itu diikuti Wali Kota Salatiga dr. Robby Hernawan, Sp.OG., Ketua TP PKK Kota Salatiga Retno Robby Hernawan, Sekretaris Daerah, jajaran kepala OPD, atlet, pelatih, serta kontingen POPDA Kota Salatiga.

Wali Kota Salatiga Robby Hernawan mengatakan HAORNAS bukan hanya perayaan tahunan yang selesai setelah senam bersama dan foto bersama.

Menurutnya, olahraga harus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

“Mari kita jadikan HAORNAS sebagai momentum untuk memperkuat komitmen bahwa olahraga bukan sekadar pertandingan, bukan sekadar medali, tetapi investasi untuk membangun manusia Salatiga yang sehat, aktif, tangguh, produktif, dan berprestasi,” ujar Robby.

Kalimat tersebut menjadi pengingat bahwa prestasi olahraga tidak muncul secara instan. Di balik atlet yang berdiri membawa medali, ada kebiasaan latihan, pembinaan panjang, dan budaya olahraga yang dibangun sejak dini.

Dalam kesempatan itu, Pemkot Salatiga juga memberikan apresiasi kepada para atlet yang membawa nama daerah dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026.

Sebanyak 197 atlet Salatiga berhasil membawa pulang predikat Juara Umum III dengan torehan 30 medali emas, 19 medali perak, 27 medali perunggu, serta lima medali ekshibisi.

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa olahraga pelajar di Salatiga tidak hanya sibuk mencari bibit atlet, tetapi mulai memetik hasil dari proses pembinaan.

“Dari total 197 atlet kontingen Kota Salatiga yang berangkat, Alhamdulillah kita berhasil membawa pulang prestasi yang membanggakan,” kata Robby.

Namun, pekerjaan rumah olahraga tidak berhenti di podium. Sebab, kota dengan banyak atlet berprestasi tetap membutuhkan masyarakat yang menjadikan olahraga sebagai kebiasaan, bukan aktivitas musiman ketika ada lomba tujuh belasan.

Robby menegaskan budaya olahraga harus tumbuh mulai dari keluarga, sekolah, komunitas, hingga tempat kerja.

Dengan semakin banyak masyarakat yang aktif bergerak, olahraga tidak hanya melahirkan atlet, tetapi juga membangun masyarakat yang lebih sehat dan produktif.

Pemerintah Kota Salatiga pun berkomitmen memperkuat pembinaan olahraga secara berkelanjutan, baik dari sisi partisipasi masyarakat maupun pengembangan atlet berprestasi.

Sebab pada akhirnya, olahraga bukan hanya tentang siapa yang paling cepat berlari atau siapa yang paling banyak mengumpulkan medali. Kadang olahraga dimulai dari hal sederhana: memilih bergerak daripada hanya menjadi penonton.

Dengan semangat “Salatiga Aktif, Salatiga Bugar, Salatiga Berprestasi”, kota ini ingin membuktikan bahwa prestasi besar bisa lahir dari kebiasaan kecil yang dilakukan bersama-sama.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x