
MOJOKNEWS.COM– Menjadi calon taruna Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Poltekimipas) tentu tidak cukup bermodal niat. Soal-soal harus dilawan, waktu harus dikejar, dan persiapan mesti dilakukan jauh-jauh hari.Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Taruna/Taruni Poltekimipas Tahun Anggaran 2026 di Jawa Tengah resmi dimulai pada Senin (28/9/2026).
Hari pertama seleksi tersebut dipantau langsung Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Tengah, Mardi Santoso.
Mardi memastikan pelaksanaan SKD berjalan tertib, lancar, dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Namun, ada satu hal yang menurutnya jauh lebih penting daripada sekadar kelancaran teknis pelaksanaan ujian: integritas.
Mardi menegaskan seluruh tahapan seleksi harus berlangsung objektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Saya memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Yang paling penting adalah menjaga integritas dan kemurnian proses seleksi, sehingga seluruh peserta mendapatkan kesempatan yang sama berdasarkan kemampuan masing-masing,” kata Mardi.
Ia juga meminta panitia menjalankan tugas secara profesional dan objektif.
Sementara bagi peserta, pesan Mardi juga cukup jelas: jangan mencari jalan pintas.
Peserta diminta mengikuti seluruh tahapan seleksi dengan jujur dan mengandalkan kemampuan masing-masing.
Sebab, seleksi bukan cuma soal siapa yang bisa mendapatkan nilai tinggi, tetapi juga tentang bagaimana proses menuju nilai tersebut dijalani.
AI Ikut Jadi Teman Belajar
Di tengah persaingan mendapatkan kursi sebagai calon taruna/taruni, para peserta tentu punya cara masing-masing untuk mempersiapkan diri. Salah satunya Tantri.
Peserta tersebut berhasil memperoleh nilai tertinggi pada sesi ke-4 pelaksanaan SKD hari pertama. Ketika ditanya mengenai persiapannya, Tantri mengaku memperbanyak latihan soal dari berbagai sumber. Menariknya, teknologi kecerdasan buatan atau AI juga ikut menjadi teman belajarnya.
“Persiapan saya dalam menghadapi tes ini yaitu memperbanyak latihan soal yang ada dan memanfaatkan teknologi, salah satunya AI untuk belajar,” ujar Tantri. Bagi Tantri, latihan soal secara rutin bukan hanya untuk mengejar jumlah soal yang berhasil dikerjakan.
Latihan tersebut juga membantunya mengenali pola soal sekaligus mengukur sejauh mana kesiapan sebelum menghadapi tes sebenarnya. Jadi, AI boleh ikut belajar. Tapi ketika hari ujian tiba, tetap manusianya yang harus mengerjakan.
Pimpinan Ikut Memantau
Pelaksanaan SKD hari pertama juga dipantau Kakanwil Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Tengah, Haryono Agus Setiawan. Sejumlah Pejabat Administrator Kanwil Ditjen Imigrasi dan Pemasyarakatan Jawa Tengah turut hadir dalam pemantauan tersebut.
Kehadiran jajaran pimpinan itu menjadi bagian dari pengawasan terhadap proses seleksi Calon Taruna/Taruni Poltekimipas Tahun Anggaran 2026 di wilayah Jawa Tengah.
Mardi menegaskan, proses seleksi harus memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta. Karena itu, profesionalitas panitia dan kejujuran peserta menjadi dua hal yang sama-sama penting. Di satu sisi, panitia harus memastikan tidak ada ruang bagi praktik yang dapat mencederai proses seleksi.
Di sisi lain, peserta harus menunjukkan kemampuan dengan cara yang jujur. Sebab pada akhirnya, seleksi calon taruna bukan sekadar mencari siapa yang mampu mengerjakan soal.
Lebih dari itu, proses tersebut menjadi tahap awal untuk mencari calon-calon yang memiliki kompetensi sekaligus mampu menjaga integritas.
Tidak ada komentar