Tak Sekadar Rest Area, Resta Pendopo KM456 Jadi Ruang Inklusif untuk Komunitas hingga Ajang Lari

Galang Syarifudin
Galang Syarifudin
26 Okt 2026 05:32
5 menit membaca

SALATIGA, Mojoknews.com – Resta Pendopo KM456 terus memperluas perannya, tidak hanya sebagai tempat beristirahat bagi pengguna jalan tol, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi komunitas, pengembangan potensi lokal, dan pemberdayaan kelompok inklusif.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang memadukan olahraga, pengenalan budaya lokal, kreativitas, hingga pemberdayaan penyandang disabilitas dan individu neurodivergen. Salah satunya melalui penyelenggaraan Resta Friendship Trail Run (RFTR) 2026 yang digelar pada Minggu (25/10/2026).

Kegiatan yang diikuti lebih dari 300 peserta tersebut menghadirkan pengalaman berolahraga sekaligus menikmati keindahan alam pedesaan di sekitar Resta Pendopo KM456. Melalui kegiatan ini, penyelenggara juga berupaya memperkenalkan potensi lokal dan membuka ruang interaksi bagi berbagai komunitas.

Presiden Direktur Resta Pendopo KM456, Daisy Setiawan, mengatakan kolaborasi menjadi landasan utama dalam mengembangkan ruang publik yang mampu mempertemukan masyarakat, komunitas kreatif, dan potensi daerah.

“Semangat sinergi menjadi landasan utama Resta Pendopo KM456 dalam menghadirkan ruang kebersamaan yang mempertemukan berbagai komunitas, kreativitas, dan potensi lokal,” ujar Daisy.

Ia berharap berbagai inisiatif tersebut dapat menjadi wadah untuk mengapresiasi kekayaan alam dan budaya Jawa Tengah, menumbuhkan kepedulian sosial, serta merayakan keberagaman dalam semangat inklusivitas.

Ratusan Peserta Ramaikan Resta Friendship Trail Run 2026

Resta Friendship Trail Run kembali digelar untuk ketiga kalinya pada 2026. Tahun ini, kegiatan menghadirkan dua kategori jarak tempuh, yakni 7 kilometer dan 15 kilometer.

Pembukaan acara dihadiri Group CEO Astra Infra Firman Yosafat Siregar, Group CFO Astra Infra Halim Wahjana, Komisaris Resta Pendopo KM456 Michael R. Atmoko, Presiden Direktur Resta Pendopo KM456 Daisy Setiawan, serta Direktur Resta Pendopo KM456 David Harlo Herdi. Perwakilan manajemen turut mengibarkan bendera sebagai tanda dimulainya perlombaan.

Rute lari dimulai dan berakhir di Resta Pendopo KM456, melintasi sejumlah dusun di sekitarnya, antara lain Tembelangan, Kalangan, Baok, Karang, Ujung-Ujung, Brangkongan, Tlogotani, Ploso, Gading, dan Mukus.

Sepanjang perjalanan, peserta disuguhi pemandangan hamparan persawahan, hutan karet, kawasan pedesaan, hingga sungai alami dengan latar belakang jalan tol. Rute tersebut memberikan pengalaman berlari yang memadukan aktivitas olahraga dengan suasana alam pedesaan.

Penyelenggara juga menghadirkan peningkatan fasilitas melalui penggunaan Body Identification Number (BIB) yang dilengkapi fitur pencatatan waktu dan pemantauan posisi pelari. Fitur tersebut ditujukan untuk mendukung keamanan dan kenyamanan peserta selama kegiatan berlangsung.

Selain berlari, peserta dapat mengikuti sticker hunting challenge untuk mendapatkan suvenir khusus dari Resta Sae. Sajian hidangan lokal yang tersedia juga menjadi sarana memperkenalkan kekayaan kuliner daerah sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha setempat.

Salah satu peserta kategori 15 kilometer, Ahmad Syauqi F. asal Sukoharjo, mengaku mendapatkan pengalaman berlari yang berkesan melalui rute yang menantang dan pemandangan alam yang menarik.

Sementara itu, Cynara Winarno, peserta kategori 7 kilometer, merasakan pengalaman menyenangkan melalui kegiatan yang tidak hanya berfokus pada olahraga, tetapi juga menghadirkan berbagai aktivitas kebersamaan.

Ruang Temoe Buka Kesempatan bagi Komunitas Inklusif

Selain mengembangkan kegiatan olahraga, Resta Pendopo KM456 menghadirkan Ruang Temoe sebagai ruang sosial inklusif bagi pelaku ekonomi kreatif penyandang disabilitas dan individu neurodivergen, mitra, serta masyarakat umum.

Ruang tersebut menjadi wadah untuk memperkenalkan karya, membangun interaksi, dan membuka peluang kolaborasi bagi komunitas inklusif.

Sejumlah mitra yang terlibat meliputi Dewijaya Care, Puka, Filoksenia Foundation, Cemara Paper, Billa Creations, dan Athaya Arts. Mereka menghadirkan berbagai produk kreatif, mulai dari perawatan tubuh, kerajinan tangan, aksesori, fesyen, hingga produk ramah lingkungan.

Keterlibatan para mitra menjadi salah satu upaya memperluas ruang bagi pelaku kreatif untuk menunjukkan kemampuan, mengembangkan usaha, dan memperkenalkan produknya kepada masyarakat.

Dalam rangkaian RFTR 2026, Ruang Temoe juga berkolaborasi dengan Filoksenia Foundation mengadakan lokakarya melukis pada kantong kain atau pouch painting.

Kegiatan ini diikuti lebih dari 100 Sahabat Ruang Temoe bersama para seniman neurodivergen yang memiliki talenta di bidang seni dan desain grafis.

Pengunjung juga diajak menuliskan pesan dukungan pada papan karya kolaboratif yang melengkapi karya para seniman Filoksenia. Aktivitas tersebut menjadi simbol kebersamaan sekaligus ajakan untuk menciptakan lingkungan yang lebih terbuka dan setara.

Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat berinteraksi langsung dengan komunitas inklusif dalam suasana kreatif. Inisiatif tersebut diharapkan memperluas pemahaman mengenai keberagaman sekaligus memberikan ruang bagi setiap individu untuk berkarya.

Gandeng Komunitas Tunanetra dan Fisioterapis

Upaya pemberdayaan inklusif juga diwujudkan melalui layanan relaksasi yang diberikan oleh Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Kabupaten Semarang serta layanan fisioterapi dari Ikatan Fisioterapi Indonesia dalam rangkaian RFTR 2026.

Program tersebut menjadi bagian dari kolaborasi inklusi sosial yang dikembangkan PT Trans Marga Jateng bersama Resta Pendopo KM456 bagi penyandang disabilitas netra di kawasan Jalan Tol Semarang–Solo.

Keterlibatan komunitas dalam kegiatan ini tidak hanya membuka kesempatan untuk memberikan layanan kepada pengunjung, tetapi juga menghadirkan ruang partisipasi bagi penyandang disabilitas dalam aktivitas sosial dan ekonomi.

Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan di rest area dapat dikembangkan lebih luas, tidak hanya sebagai fasilitas pendukung perjalanan, tetapi juga sebagai ruang interaksi dan pemberdayaan masyarakat.

Perkuat Kolaborasi untuk Dampak Sosial

Penyelenggaraan RFTR 2026 turut didukung berbagai pihak dari lingkungan Astra Infra, perusahaan, dan mitra lainnya. Dukungan tersebut mencakup Astra Infra, PT Trans Marga Jateng, PT Astra Agro Lestari, Sekulan RBT, PT Marga Lingkar Jakarta, Astra Infra Toll Road Cikopo–Palimanan, Astra Infra Toll Road Jombang–Mojokerto, Astra Infra Solutions, PT United Tractors Tbk, FIF Group, PT Toyota Astra Motor, KPP Mining, PT Jasa Marga Surabaya Mojokerto, Bumi Inti Persada Raya, Amazon Karya Elok Daya Mandiri, H!PACE Production, serta Astra Life sebagai mitra perlindungan jiwa.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Resta Pendopo KM456 berupaya memperluas fungsi rest area menjadi ruang yang menghubungkan pengguna jalan, masyarakat sekitar, komunitas kreatif, dan kelompok inklusif.

Pengembangan kegiatan olahraga, pengenalan potensi lokal, serta pemberdayaan komunitas diharapkan dapat menciptakan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Dengan demikian, Resta Pendopo KM456 tidak hanya menjadi tempat singgah dalam perjalanan, tetapi juga ruang bagi masyarakat untuk bergerak, berkarya, membangun kolaborasi, dan merayakan keberagaman.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x