SALATIGA,MOJOKNEWS.COM, – Aisha Sofia Azzahra terpilih menjadi ketua pertama Forum Komunikasi OSIS SMP Kota Salatiga. Mantan Ketua OSIS SMP Negeri 4 Salatiga tersebut dipercaya memimpin forum yang dibentuk melalui musyawarah pertama perwakilan OSIS SMP negeri di Gedung DPRD Kota Salatiga, Senin (2/11/2026).
Mengawali kepemimpinannya, Aisha telah menyiapkan sejumlah gagasan untuk dikembangkan bersama pengurus dan perwakilan sekolah. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pencegahan perundungan melalui program bertajuk Salatiga Saling Jaga.
Program tersebut dirancang untuk membantu siswa mengenali jalur bantuan ketika mengalami atau mengetahui tindakan perundungan. Kegiatannya mencakup pemetaan pihak yang dapat dihubungi di sekolah, pemeriksaan informasi bersama pendamping, sosialisasi, hingga pembekalan bagi pengurus OSIS.
Melalui gagasan tersebut, Aisha ingin mendorong agar siswa tidak merasa sendirian ketika menghadapi persoalan di lingkungan sekolah. Pengurus OSIS diharapkan dapat menjadi penghubung awal bagi teman yang membutuhkan bantuan, misalnya dengan mendengarkan dan mendampingi mereka menemui guru BK, wali kelas, atau orang dewasa yang dipercaya.
Namun, peran pengurus tetap memiliki batas. Mereka tidak bertugas menyelidiki kejadian, meminta bukti, menentukan pihak yang bersalah, maupun menangani kasus secara mandiri. Penanganan tetap menjadi tanggung jawab pihak sekolah dan orang dewasa yang berwenang.
Aisha juga memasukkan perlindungan privasi sebagai bagian dari rancangan program. Informasi pribadi, identitas siswa, foto, dan bukti kasus tidak boleh disebarluaskan melalui grup komunikasi OSIS lintas sekolah. Informasi mengenai kejadian individual harus disampaikan secara terbatas kepada pihak yang bertanggung jawab.
Selain pencegahan perundungan, kepengurusan pertama akan memulai kerja dengan membangun komunikasi antarsekolah dan menghimpun aspirasi siswa. Forum juga akan memetakan jalur bantuan yang tersedia di setiap sekolah agar informasi yang disampaikan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga, Mudjiati, memandang pembentukan forum tersebut sebagai langkah preventif untuk merespons indikasi perundungan di lingkungan sekolah. Keterlibatan siswa dinilai perlu berjalan bersama tanggung jawab guru dan pihak sekolah dalam memberikan pendampingan.
Dukungan terhadap kepengurusan Aisha juga datang dari Ketua Harian Masyarakat Vokasi Indonesia (MAVI), Anggit K. Wisuda. MAVI menyatakan siap menjadi pembina Forum Komunikasi OSIS SMP Kota Salatiga untuk membantu pengurus mengembangkan kegiatan dan melakukan evaluasi.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Salatiga, Dance Ishak Palit, mengingatkan pentingnya kecerdasan emosional selain kecerdasan intelektual. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kepedulian, kemampuan mendengarkan, dan menghargai sesama juga perlu dibangun di kalangan pelajar.
Rancangan kerja yang disiapkan Aisha bersama forum akan berlangsung selama satu tahun. Tiga bulan pertama difokuskan pada pembentukan komunikasi, penetapan penghubung, dan penghimpunan aspirasi. Tahap selanjutnya meliputi verifikasi jalur bantuan, sosialisasi, pembekalan pengurus, serta kegiatan bersama antarsekolah.
Evaluasi direncanakan pada bulan kesembilan dan kesepuluh, kemudian dilanjutkan dengan penyusunan laporan serta rencana keberlanjutan program. Pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kalender pendidikan dan kesiapan masing-masing sekolah.
Sebagai ketua pertama, Aisha memiliki tanggung jawab untuk membangun pola kerja dan koordinasi yang dapat dilanjutkan oleh kepengurusan berikutnya. Melalui Forum Komunikasi OSIS SMP Kota Salatiga, gagasan Salatiga Saling Jaga diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat kepedulian antarpelajar sekaligus mempermudah siswa memperoleh bantuan ketika menghadapi perundungan.
Tidak ada komentar