Sapa Pengendara dengan Bunga dan Cokelat, Polres Salatiga Sosialisasikan Operasi Patuh Candi 2026

Galang Syarifudin
Galang Syarifudin
26 Okt 2026 05:47
3 menit membaca

SALATIGA, Mojoknews.com – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berlalu lintas kembali dilakukan Polres Salatiga melalui Operasi Patuh Candi 2026. Operasi yang berlangsung mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026 tersebut diawali dengan apel gelar pasukan di Lapangan Bhayangkara Polres Salatiga, Senin (26/10/2026).

Kapolres Salatiga AKBP Afrito Marbaro memimpin langsung apel tersebut. Kegiatan ini menjadi bagian dari pengecekan kesiapan personel dan perlengkapan operasional sebelum petugas menjalankan tugas di lapangan.

Selain memastikan kesiapan teknis, apel tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara kepolisian, TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait dalam menciptakan kondisi lalu lintas yang aman dan tertib.

Sejumlah pejabat daerah turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Ketua DPRD Kota Salatiga Dance Iskak Palit, Kepala Dinas Perhubungan Kota Salatiga Guntur Junanto yang mewakili wali kota, Ketua Pengadilan Negeri Salatiga Johanis Dairo Malo, Kepala Kejaksaan Negeri Salatiga Erik Meza Nusantara, serta Dandepom Salatiga Letkol Cpm Arief Wicaksana.

Peserta apel terdiri atas jajaran perwira dan personel Polres Salatiga, Detasemen Polisi Militer (Denpom), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta Dinas Perhubungan Kota Salatiga.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kendaraan operasional dan kesiapan petugas. Penyematan pita tanda operasi kepada perwakilan personel menjadi penanda dimulainya pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2026.

Pengendara Diingatkan Tidak Abaikan Aturan

Dalam pelaksanaan operasi kali ini, kepolisian menaruh perhatian pada sejumlah pelanggaran yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Pelanggaran tersebut antara lain tidak memakai helm berstandar SNI, mengabaikan penggunaan sabuk keselamatan, menggunakan telepon seluler saat mengemudi, melawan arus, dan berkendara melebihi batas kecepatan.

Kapolres Salatiga AKBP Afrito Marbaro menegaskan bahwa kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas perlu dibangun melalui kesadaran setiap pengguna jalan.

Menurutnya, keselamatan bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas, melainkan membutuhkan partisipasi masyarakat. Karena itu, pelaksanaan operasi turut mengedepankan sosialisasi dan edukasi agar pengendara memahami risiko dari perilaku berkendara yang tidak tertib.

Ia juga mengingatkan personel yang bertugas agar mengedepankan profesionalisme, integritas, dan pendekatan humanis. Setiap tindakan penegakan hukum harus dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Bunga dan Cokelat Jadi Sarana Sosialisasi

Setelah apel selesai, Polres Salatiga melanjutkan kegiatan dengan menyampaikan imbauan keselamatan kepada pengguna jalan di sekitar Mapolres Salatiga hingga kawasan Lapangan Pancasila.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres bersama jajaran Forkopimda dan petugas membagikan bunga, cokelat, serta selebaran mengenai Operasi Patuh Candi 2026.

Pembagian tersebut menjadi bagian dari pendekatan persuasif kepolisian untuk menyampaikan pesan keselamatan dengan cara yang lebih dekat kepada masyarakat.

Melalui selebaran yang dibagikan, pengguna jalan mendapatkan informasi mengenai pelanggaran yang menjadi perhatian dalam operasi, sekaligus diingatkan untuk mematuhi aturan saat berkendara.

Petugas juga mengimbau pengendara agar memeriksa kondisi kendaraan sebelum bepergian, memastikan kelengkapan dokumen, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta mematuhi rambu dan marka jalan.

Pengendara sepeda motor diminta selalu mengenakan helm berstandar SNI. Sementara pengemudi dan penumpang mobil diingatkan menggunakan sabuk keselamatan.

Masyarakat juga diimbau tidak menggunakan telepon seluler saat berkendara dan menghindari perjalanan ketika kondisi tubuh sedang lelah atau mengantuk.

Operasi Berlangsung Selama 14 Hari

Operasi Patuh Candi 2026 dijadwalkan berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Selama periode tersebut, petugas akan menjalankan kegiatan sesuai sasaran operasi dengan tetap mengedepankan keselamatan dan ketertiban masyarakat.

Polres Salatiga berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kepatuhan pengguna jalan terhadap peraturan lalu lintas, sekaligus menekan angka pelanggaran dan risiko kecelakaan.

Melalui semangat “Polisi Bersama Masyarakat”, kepolisian mengajak warga menjadikan keselamatan sebagai kebiasaan dalam setiap perjalanan.

Tertib berlalu lintas tidak hanya diperlukan untuk menghindari sanksi, tetapi juga untuk melindungi diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

Dengan dukungan masyarakat serta koordinasi lintas instansi, pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2026 diharapkan mampu mendorong terciptanya lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar di Kota Salatiga.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x