Sungkem Minta Restu, Polisi Amin Sutadi Daftar Pilkades Sraten

Galang Syarifudin
Galang Syarifudin
9 Okt 2026 09:26
3 menit membaca

KAB, SEMARANG,Mojoknews.com – Sebelum mendaftar sebagai bakal calon kepala desa, Aiptu Amin Sutadi memilih pulang ke rumah orang tuanya untuk meminta restu. Anggota Polri itu berjalan kaki, lalu sungkem kepada kedua orang tuanya sebelum melangkah menuju kontestasi Pilkades Sraten, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.

Momen haru itu berlangsung Jumat (9/10/2026) pagi. Setelah berpamitan dan meminta restu, Amin menuju kantor kepala desa untuk menyerahkan berkas pendaftaran. Ia menjadi bakal calon pertama yang resmi mendaftar dalam Pilkades Sraten 2026.

Amin yang bertugas di Polsek Sidomukti, Polres Salatiga, mengatakan keputusannya maju berawal dari dorongan masyarakat. Ia ingin kembali mengabdi di kampung halaman, mengikuti jejak kakaknya yang telah menjabat sebagai kepala desa selama tiga periode.

“Kakak saya sudah tiga periode menjadi kepala desa di Desa Sraten. Kebetulan warga juga meminta saya maju. Saya ingin mengabdi kembali di desa tercinta,” ujar Amin.

Ia mengaku tidak sejak awal merencanakan pencalonan tersebut. Namun, permintaan warga membuatnya mempertimbangkan kesempatan untuk melanjutkan pengabdian melalui pemerintahan desa.

Terkait statusnya sebagai anggota Polri, Amin mengatakan telah berkomunikasi dengan pihak kepolisian mengenai mekanisme yang harus dijalani selama proses pencalonan. Rencana pengunduran diri atau pensiun dini yang sempat dipertimbangkan tidak diperbolehkan, sehingga ia mengikuti mekanisme cuti sesuai ketentuan.

Ingin Pertahankan Desa Antikorupsi

Jika terpilih, Amin ingin mempertahankan predikat Desa Sraten sebagai desa antikorupsi. Menurut dia, hal itu membutuhkan komitmen dan konsistensi dalam menjalankan pemerintahan secara transparan.

“Desa antikorupsi itu tidak mudah. Saya ingin mempertahankan perjuangan kakak saya. Saya juga akan belajar dari pengalaman beliau yang sudah lama berada di pemerintahan desa,” katanya.

Selain tata kelola pemerintahan, Amin menaruh perhatian pada kesejahteraan masyarakat, khususnya guru madrasah ibtidaiyah (MI) dan taman pendidikan Al Quran (TPA).

Ia menyebut penghasilan sebagian tenaga pendidik tersebut masih sekitar Rp 300.000 berdasarkan informasi yang diterimanya. Salah satu gagasan yang sedang dipertimbangkan ialah menghimpun bantuan melalui kotak amal di sejumlah tempat usaha yang bersedia berpartisipasi.

Namun, gagasan tersebut masih berupa rencana yang perlu dimatangkan lebih lanjut.

Bagi Amin, pengabdian juga berarti hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan, termasuk memberikan penjelasan kepada warga mengenai prosedur hukum saat menghadapi persoalan.

“Kalau masyarakat membutuhkan kehadiran kita, ya kita layani dengan baik. Saya ingin menjadi pemimpin yang baik dan berguna bagi masyarakat,” ujarnya.

Berkas Pendaftaran Dinyatakan Lengkap

Ketua Panitia Pilkades Sraten, Khudori, mengatakan berkas pendaftaran Amin telah diterima dan dinyatakan lengkap berdasarkan pemeriksaan awal.

“Alhamdulillah, berkas yang diserahkan sudah sesuai dengan persyaratan. Tidak ada persyaratan yang kurang,” kata Khudori, Jumat (9/10/2026).

Menurut Khudori, pendaftaran bakal calon kepala desa berlangsung pada 5–15 Oktober 2026. Selain Amin, sudah ada warga yang berkonsultasi mengenai persyaratan pencalonan. Namun, hingga saat itu, baru Amin yang resmi mendaftarkan diri.

Panitia juga telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah kabupaten, serta unsur pengamanan untuk mendukung kelancaran tahapan Pilkades.

Dengan masa pendaftaran yang masih berlangsung, panitia membuka kesempatan bagi warga lain yang ingin mengikuti kontestasi tersebut.

Warga Menilai Amin Ramah dan Peduli

Dukungan terhadap pencalonan Amin datang dari warga. Santi menilai Amin sebagai sosok yang ramah, baik, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat.

“Pak Amin itu tidak jauh beda dengan kakaknya yang menjabat sebagai kepala desa Sraten. Selain baik, ramah, juga dermawan serta selalu responsif saat melayani masyarakat,” kata Santi.

Santi berharap Amin dapat membawa semangat pengabdian tersebut apabila mendapat kepercayaan masyarakat untuk memimpin desa.

Kini, Amin telah memulai langkahnya dalam Pilkades Sraten 2026. Perjalanan menuju pencalonan itu diawali dengan sungkem kepada kedua orang tuanya, sebelum ia menjalani tahapan pemilihan yang akan menentukan kelanjutan pengabdiannya di kampung halaman.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
⚠️ Lisensi Aktual Theme tidak aktif.