SALATIGA, MOJOKNEWS.COM – Pengembangan potensi pelajar menjadi perhatian Masyarakat Vokasi Indonesia (MAVI) bersama Biro Psikologi Beehive melalui program pemetaan profil kognitif dan minat siswa SMP di Kota Salatiga. Program tersebut diharapkan dapat membantu sekolah memahami keragaman kemampuan dan ketertarikan siswa sebagai bahan pengembangan kegiatan pendidikan.
Berdasarkan Laporan Awal Profil Kognitif dan Minat Siswa MAVI–Beehive per 30 Oktober 2026, program ini mencatat 4.388 peserta kelas VII dan IX dari sembilan SMP negeri di Kota Salatiga. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.315 peserta berstatus selesai.
Pemetaan tersebut tidak hanya berfokus pada kemampuan kognitif, tetapi juga melihat kecenderungan minat siswa. Hasilnya diharapkan dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan bagi sekolah dalam memberikan pengalaman belajar yang lebih beragam dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Dalam laporan awal, terdapat 4.254 skor IQ yang memenuhi kriteria pengolahan. Namun, sebanyak 4.243 skor masih berstatus sementara sehingga membutuhkan verifikasi lebih lanjut sebelum digunakan untuk penafsiran yang lebih spesifik.
MAVI menegaskan bahwa hasil pemetaan tersebut tidak dapat dijadikan satu-satunya dasar untuk menilai kecerdasan, kemampuan, maupun masa depan seorang anak. Hasil asesmen perlu dipadukan dengan pengamatan guru, pengalaman belajar siswa, serta informasi dari keluarga.
Sementara itu, pemetaan minat mengolah 4.297 profil yang memenuhi kriteria. Minat terhadap kegiatan sosial dan membantu orang lain menjadi kecenderungan tertinggi tunggal, dengan jumlah 1.286 peserta. Berikutnya, minat pada kegiatan praktis tercatat pada 1.122 peserta.
Selain itu, terdapat 592 siswa yang menunjukkan kecenderungan tertinggi pada lebih dari satu bidang. Temuan tersebut menunjukkan bahwa siswa memiliki ketertarikan yang beragam dan membutuhkan kesempatan untuk mengeksplorasi berbagai aktivitas.
Hasil pemetaan ini dapat menjadi bahan bagi sekolah untuk mengembangkan kegiatan organisasi, proyek kelompok, aktivitas sosial, hingga praktik keterampilan. Dengan memberikan kesempatan mencoba berbagai bidang, siswa dapat mengenali kemampuan dan ketertarikannya melalui pengalaman langsung.
Ketua DPRD Kota Salatiga, Dance Ishak Palit, turut menyoroti pentingnya melihat kemampuan pelajar secara menyeluruh. Menurutnya, kecerdasan intelektual atau IQ bukan satu-satunya tolok ukur. Kecerdasan emosional atau EQ juga perlu mendapat perhatian dalam proses pendidikan.
Dance juga mengingatkan agar proses pembelajaran tidak hanya berorientasi pada hafalan. Siswa perlu dibiasakan merumuskan gagasan, menyampaikan pendapat, dan mencari solusi atas persoalan yang dihadapi.
Upaya pengembangan potensi tersebut juga dihubungkan dengan pembentukan Forum Komunikasi OSIS SMP Negeri se-Kota Salatiga. Melalui forum ini, para pelajar memiliki kesempatan untuk belajar berorganisasi, bekerja sama, serta mengembangkan gagasan dalam kegiatan bersama.
Ketua DPP MAVI, Sumiyanto, menyampaikan bahwa MAVI merupakan gerakan nonpolitik yang bertujuan mendukung berbagai kegiatan bermanfaat. Salah satunya melalui program pendidikan dan pemberdayaan yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan kemampuan.
Ketua Harian MAVI, Anggit K. Wisuda, juga mengaitkan pengembangan potensi pelajar dengan upaya mewujudkan Kota Pendidikan yang memberikan manfaat nyata bagi siswa. Menurutnya, pendidikan perlu menghadirkan pengalaman belajar yang dapat dirasakan langsung dalam kehidupan sehari-hari.
Dewan Pendidikan Kota Salatiga turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan pemetaan potensi tersebut. Ke depan, Dewan Pendidikan berharap program serupa dapat diperluas dengan melibatkan siswa SMP swasta sehingga kesempatan pengembangan potensi dapat menjangkau lebih banyak pelajar.
Dalam pelaksanaannya, hasil pemetaan perlu ditindaklanjuti melalui pendampingan sekolah, khususnya guru BK, serta komunikasi dengan keluarga. Informasi individual siswa juga harus dijaga kerahasiaannya agar hasil asesmen digunakan secara bertanggung jawab.
Melalui program ini, MAVI berharap pemetaan potensi tidak berhenti pada pengumpulan data. Hasilnya diharapkan dapat menjadi bahan untuk membuka lebih banyak kesempatan bagi siswa dalam mengenali minat, mengembangkan kemampuan, dan memperoleh pengalaman belajar yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Dengan demikian, capaian pembangunan manusia Kota Salatiga dapat diikuti dengan upaya peningkatan kualitas pengalaman pendidikan. Sekolah tidak hanya berfokus pada hasil akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi setiap anak untuk tumbuh, mencoba, dan mengembangkan potensinya.
Tidak ada komentar