MAVI Petakan Potensi 4.463 Siswa SMP di Salatiga Lewat Psikotes Gratis

Galang Syarifudin
Galang Syarifudin
27 Okt 2026 06:22
4 menit membaca

SALATIGA, MOJOKNEWS.COM – Pengenalan bakat dan minat menjadi salah satu langkah penting dalam membantu siswa menentukan arah pendidikan. Melalui program psikotes gratis, MAVI bersama Biro Beehive Psikologi berupaya membantu ribuan pelajar SMP di Kota Salatiga memahami potensi diri serta kecenderungan belajar mereka.

Sebanyak 4.463 siswa tercatat mengikuti program yang berlangsung selama tiga hari, 27–29 Oktober 2026. Kegiatan ini menyasar siswa kelas VII dan IX dari sejumlah SMP di Kota Salatiga, dengan fokus pemeriksaan yang disesuaikan berdasarkan kebutuhan masing-masing jenjang.

Ketua Harian MAVI, Anggit K. Wisuda, menjelaskan bahwa hasil psikotes diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kemampuan, ketertarikan, dan karakteristik belajar siswa. Informasi tersebut selanjutnya dapat dimanfaatkan sekolah dan keluarga sebagai bahan pertimbangan dalam memberikan pendampingan.

Bagi siswa kelas VII, pemetaan diarahkan pada pengenalan bakat, minat, serta kecenderungan metode belajar. Sementara itu, peserta kelas IX mendapatkan pemetaan yang lebih berorientasi pada persiapan pendidikan lanjutan, baik ke sekolah menengah atas (SMA) maupun sekolah menengah kejuruan (SMK).

Menurut Anggit, pemilihan sekolah setelah lulus SMP perlu mempertimbangkan lebih dari sekadar nilai akademik. Pemahaman terhadap minat dan potensi diri juga penting agar siswa dapat menentukan pilihan pendidikan yang sesuai dengan kemampuannya.

MAVI yang memiliki keterkaitan dengan pendidikan vokasi turut mendorong siswa untuk mempertimbangkan pendidikan kejuruan apabila bidang tersebut sesuai dengan ketertarikan dan potensi mereka.

“Harapannya ini bisa menjadi bahan pemetaan” ujar Anggit kepada Mojoknews.com.

Ia menegaskan bahwa hasil psikotes perlu ditindaklanjuti melalui kerja sama antara sekolah dan orang tua. Oleh karena itu, orang tua juga dilibatkan dalam kegiatan tersebut dengan mengerjakan tes sebagai bahan pembanding terhadap hasil yang diperoleh anak.

Keterlibatan keluarga diharapkan dapat membantu menciptakan pemahaman yang lebih selaras mengenai kebutuhan dan kecenderungan siswa. Dengan begitu, pendampingan yang diberikan tidak hanya berdasarkan pandangan orang tua atau sekolah, tetapi juga mempertimbangkan potensi yang teridentifikasi melalui pemeriksaan.

“Harapannya bisa selaras, antara keinginan orang tua dan kebutuhan siswanya seperti apa” kata Anggit.

Hasil psikotes nantinya disampaikan kepada siswa dalam bentuk sertifikat digital. Guru juga memperoleh rangkuman hasil untuk membantu pemetaan kelas, sedangkan guru bimbingan dan konseling (BK) mendapatkan informasi yang lebih menyeluruh mengenai kecenderungan siswa di sekolah masing-masing.

Informasi tersebut diharapkan dapat mendukung guru BK dalam menyusun pendampingan yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik.

Pelaksanaan hari pertama pada 27 Oktober 2026 dijadwalkan berlangsung di SMP Negeri 1, SMP Negeri 2, SMP Negeri 3, dan SMP Negeri 4 Salatiga. Seluruh rangkaian program direncanakan selesai dalam tiga hari sesuai jadwal yang telah disusun.

Psikotes Bantu Siswa Mengenali Ketertarikan

Manfaat pengenalan potensi diri mulai dirasakan peserta, salah satunya Antariksa Nata Adi, siswa kelas VII SMP Negeri 1 Salatiga. Ia mengaku dapat mengerjakan tes IQ serta tes minat dan bakat dengan cukup baik.

Antariksa mengatakan, soal tes IQ memiliki tingkat kesulitan yang beragam. Sejumlah pertanyaan dapat dikerjakan dengan mudah, sedangkan soal lainnya membutuhkan ketelitian dalam memahami pola gambar dan menentukan jawaban yang tepat.

“Alhamdulillah mudah dan dapat dimengerti” ujarnya saat menceritakan pengalamannya mengikuti tes.

Ia menjelaskan bahwa soal yang dikerjakan antara lain meminta peserta menemukan gambar yang tidak sesuai serta memperkirakan pola berikutnya. Selain itu, terdapat tes minat dan bakat yang menurut perkiraannya terdiri atas sekitar 72 soal, meskipun ia tidak mengingat jumlah pastinya.

Dari kegiatan tersebut, Antariksa mulai memperoleh gambaran mengenai bidang yang menarik perhatiannya, yakni public speaking atau kemampuan berbicara di depan umum.

Ia mengaku pernah mengikuti tes serupa sebelumnya. Untuk pelaksanaan kali ini, dirinya tidak melakukan persiapan khusus. Aktivitas bermain gim yang melatih logika menjadi salah satu kegiatan yang biasa dilakukannya di rumah.

Dewan Pendidikan Apresiasi Pemetaan Potensi Siswa

Ketua Dewan Pendidikan Kota Salatiga periode 2026–2031, Dr. H. Sugiman, B.Sc., M.Si., menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan psikotes gratis tersebut. Ia menilai program ini dapat membantu sekolah dan orang tua memahami kemampuan siswa secara lebih terarah.

Sugiman menjelaskan bahwa prestasi akademik tidak selalu menggambarkan seluruh kemampuan seorang anak. Sebagian siswa memiliki keunggulan dalam bidang keterampilan maupun kemampuan lain yang perlu dikenali dan dikembangkan.

Karena itu, hasil psikotes diharapkan menjadi salah satu pertimbangan bagi guru dalam menentukan pendekatan pembelajaran serta merancang pengembangan potensi peserta didik. Ia juga mengapresiasi dukungan Dinas Pendidikan Kota Salatiga terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

Selain memperhatikan kondisi psikologis siswa, Sugiman berharap perhatian serupa dapat diberikan kepada guru. Menurutnya, tuntutan pekerjaan dan perubahan zaman dapat menjadi beban tersendiri bagi tenaga pendidik. Kondisi psikologis guru perlu diperhatikan karena berkaitan dengan pelaksanaan proses pembelajaran di sekolah.

Melalui program ini, MAVI bersama Biro Beehive Psikologi diharapkan dapat membantu sekolah dan keluarga memperoleh gambaran mengenai bakat, minat, serta kecenderungan belajar siswa. Hasil pemetaan tersebut diharapkan menjadi dasar pendampingan yang lebih tepat sehingga setiap anak memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensinya dan menentukan arah pendidikan sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x