SALATIGA, MOJOKNEWS.COM – Upaya membantu siswa mengenali kemampuan diri sejak dini dilakukan melalui kegiatan psikotes gratis bagi pelajar SMP di Kota Salatiga. Program yang digagas Masyarakat Vokasi Indonesia (MAVI) tersebut berlangsung selama tiga hari, Selasa hingga Kamis (27–29 Oktober 2026), dengan melibatkan siswa, pihak sekolah, serta orang tua.
Kegiatan ini bertujuan memberikan gambaran mengenai kecerdasan, bakat, dan minat siswa sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan arah pendidikan selanjutnya. Melalui pemetaan tersebut, pelajar diharapkan dapat memahami potensi yang dimiliki sehingga lebih siap merencanakan masa depannya.
Ketua Harian MAVI, Anggit K. Wisuda, menjelaskan bahwa pelaksanaan psikotes mencakup dua aspek utama, yakni Intelligence Quotient (IQ) serta pengenalan bakat dan minat.
Menurut Anggit, keterlibatan orang tua menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Hasil pemeriksaan psikologis diharapkan tidak hanya menjadi informasi bagi siswa, tetapi juga membantu keluarga dalam memberikan pendampingan ketika anak menentukan pilihan pendidikan.
Ia menilai, pengenalan potensi sejak dini dapat membantu siswa menyusun rencana yang lebih terarah berdasarkan kemampuan dan ketertarikan masing-masing.
“Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan tidak sekadar menebak-nebak pilihan masa depannya, tetapi memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai potensi diri dan langkah pendidikan yang akan ditempuh,” ungkap Anggit kepada Mojoknews.com.
Ia menerangkan, peserta kegiatan berasal dari siswa kelas VII dan kelas IX. Bagi pelajar kelas VII, psikotes menjadi sarana untuk mengenali kecenderungan bakat dan minat sejak awal masa pendidikan SMP. Sementara itu, siswa kelas IX dapat memanfaatkan hasilnya sebagai salah satu bahan pertimbangan sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Pelaksanaan tes juga memanfaatkan perangkat telepon seluler. Dengan sistem tersebut, jawaban peserta dapat diproses secara digital sehingga hasil pemeriksaan bisa diketahui lebih cepat setelah pengerjaan selesai.
Meski demikian, Anggit menegaskan pentingnya pemahaman terhadap hasil psikotes agar informasi yang diperoleh dapat digunakan secara tepat dalam mendampingi perkembangan siswa.
Siswa Berharap Program Psikotes Berlanjut
Pelaksanaan psikotes gratis tersebut mendapat sambutan positif dari kalangan pelajar. Ketua OSIS SMP Negeri 4 Salatiga, Aisha Sofia Azzahra, mengapresiasi kesempatan yang diberikan kepada siswa untuk mengenali kemampuan diri melalui kegiatan tersebut.
Menurut Aisha, program ini memberikan manfaat karena siswa dapat memperoleh gambaran mengenai potensi yang mungkin belum mereka sadari sebelumnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat diselenggarakan secara rutin setiap tahun agar pelajar dari angkatan berikutnya juga mendapatkan kesempatan untuk mengikuti psikotes tanpa terbebani biaya.
Selain menyampaikan apresiasi, Aisha turut mengusulkan pembentukan forum komunikasi antarketua OSIS SMP di Kota Salatiga.
Forum tersebut diharapkan menjadi ruang bagi pengurus OSIS dari berbagai sekolah untuk bertukar pengalaman, berdiskusi mengenai kegiatan kesiswaan, serta mengenali persoalan yang dihadapi masing-masing sekolah.
Menurutnya, komunikasi lintas sekolah dapat memperluas wawasan para pengurus OSIS. Pengalaman yang diperoleh dari sekolah lain juga dapat menjadi referensi dalam menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan siswa.
Dinas Pendidikan Dukung Pemetaan Karakteristik Siswa
Dukungan terhadap kegiatan psikotes juga disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga, Mudjiati.
Ia berharap hasil pemeriksaan tersebut dapat memberikan informasi mengenai karakteristik peserta didik sehingga dapat dimanfaatkan oleh sekolah dan guru dalam mendukung proses pembelajaran.
Pemahaman terhadap kemampuan dan kebutuhan siswa dinilai dapat membantu tenaga pendidik menyesuaikan pendekatan pembelajaran, mengembangkan potensi akademik maupun nonakademik, serta mengenali siswa yang membutuhkan pendampingan tambahan.
Hasil psikotes juga diharapkan dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan bagi sekolah ketika menghadapi siswa yang mengalami kesulitan belajar atau membutuhkan perhatian khusus dalam perkembangan perilakunya.
Dengan demikian, informasi yang diperoleh tidak hanya bermanfaat bagi siswa dalam merencanakan pendidikan, tetapi juga dapat mendukung sekolah dalam menciptakan proses pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Dewan Pendidikan Apresiasi Inisiatif MAVI
Apresiasi serupa disampaikan Ketua Dewan Pendidikan Kota Salatiga, Dr. H. Sugiman. Ia menyambut baik penyelenggaraan psikotes gratis yang diinisiasi MAVI karena dinilai dapat membantu orang tua dan sekolah memahami potensi anak secara lebih menyeluruh.
Sugiman berpandangan bahwa kemampuan seorang siswa tidak selalu dapat diukur hanya berdasarkan nilai akademik di sekolah. Setiap anak memiliki karakteristik dan keunggulan yang berbeda, termasuk kemungkinan memiliki bakat di bidang keterampilan maupun bidang lain di luar pelajaran formal.
Karena itu, pengenalan potensi melalui psikotes dinilai dapat menjadi salah satu langkah untuk membantu siswa menemukan bidang yang sesuai dengan kemampuan dan minatnya.
Ia berharap hasil kegiatan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan pendampingan bagi siswa, baik dalam menentukan pilihan pendidikan maupun mengembangkan kemampuan yang dimiliki.
Dewan Pendidikan Kota Salatiga pun memberikan apresiasi terhadap langkah MAVI yang menghadirkan layanan psikotes secara gratis bagi pelajar SMP.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi antara penyelenggara, sekolah, orang tua, dan pemerintah daerah dalam mendukung perkembangan peserta didik.
Pemetaan bakat dan minat sejak dini diharapkan menjadi salah satu upaya untuk membantu siswa mengenali dirinya, menentukan arah pendidikan dengan lebih matang, serta mengembangkan potensi secara optimal sesuai kemampuan masing-masing. (*)
Tidak ada komentar